Berjuang Setelah SMA I

Assalamu’alaikum ^.^

     Haii apa kabar? Semoga kalian yang membaca tulisanku ini di beri rahmat kesehatan oleh Allah SWT sehingga bisa sehat sampai sekarang ^.^ untuk tulisanku ini, aku ingin bercerita mengenai pengalamanku mencari tempat kuliah setelah lulus SMA. Cerita panjang-panjang sedikit boleh yaa? ^.^

     
     Haaii adik-adik yang sudah menjadi anak SMA saat ini ^.^ ini merupakan jenjang yang katanya memiliki masa-masa paling indah? Apalagi saat kelas 12, benar gak sih? Beberapa orang mengatakan iya dan ada juga yang tidak, kalian nilai sendiri saja nanti setelah merasakan bagaimana menjadi anak SMA ^.^ . okee aku mulai saja pengalamanku ^^

     SNMPTN


     
     Siapa yang gak tau SNMPTN? Pasti semua kalian yang mulai masuk SMA bahkan sejak SD atau SMP sudah mengenal SNMPTN. Jalur ini merupakan jalur yang paling diidam-idamkan (beberapa orang) oleh siswa-siswi SMA untuk masuk PTN. Gimana gak diidam-idamkan? SNMPTN merupakan jalur undangan yang di mata orang awam melihat siswa-siswi yang bisa masuk melalui jalur ini itu hebat ! pintar banget ! daaan sebagainyaa. Tapi ada juga sebagian orang yang menganggap kalau SNMPTN itu cuma “undian”, kalau beruntung yang dapat, kalau gak beruntung ya gak dapat. 
     Pengalamanku saat mengikuti jalur ini tuh rasanya campur aduk ! gak tau kenapa berharap sangat untuk dapat PTN dari jalur ini. Jadi, aku memilih jurusan itu cukup singkat. Gimana gak singkat? Milih jurusan udah mau dekat-dekat pendaftaran, padahal kebanyakan teman-teman yang lain udah pada nyiapin pilihannya sejak dari naik kelas 12. Guru BK (Bimbingan Konseling) juga udah mendesak untuk segera memilih jurusan. Aku saat itu masih bingung dan gak tau mau milih apa, awalnya sih pengen milih jurusan seni tapi dilarang oleh keluarga. Kata keluarga sih “mau jadi apa nanti?” Sebenarnya sih tergantung orangnya juga yaa. Karena gaa ada restu di sana, akhirnya aku milih jurusan yang kebanyakan diidam-idamkan oleh anak IPS yaitu “Akuntansi”, aku ambilnya di UNAND, lalu Ilmu Komunikasi di UNAND juga, dan Penddk. B.ing Di UNP (PTN, dua-duanya di Sumbar). Yaa dan keluarga merestui aku memilih jurusan itu ^.^ karena Ridha Allah terletak pada Ridha orang tua ^.^ 
     Kalau mau milih jurusan itu harus yang benar-benar kalian inginkan yaa, jangan sampai setelah dapat jurusan yang kalian asal pilih di SNMPTN malah bilang gak “sreg” sama jurusan tersebut dan malah pengen ambil SBMPTN untuk milih jurusan yang menurutmu nyambung, tindakanmu ini malah menghilangkan kesempatan buat orang lain mengambil jurusan yang kata kamu itu gak “sreg”. setelah tau jurusan apa yang ku pilih, besoknya aku di panggil lagi sama guru BK untuk ngisi data dan jurusan. Untuk tahun 2016 ini, ada sedikit perubahan dalam SNMPTN contohnya siswa/i yang tinggal kelas dibolehin ikut SNMPTN dan kami boleh memilih PTN di dalam daerah keduanya. Aku mengisi SNMPTN di warnet sekolah dan Alhamdulillah dibimbing oleh guru-guru BK untuk mengisi formulir onlinenya. Sebenarnya ngisi data itu biasa-biasa aja sih, yang buat deg-deg an itu perasaan takut kalau ada data yang salah saat mengisi formulirnya karena setelah difinalisasi, data yang diisi gak bisa diubah lagi, beda sama tahun kemaren yang masih bisa diubah. 
     Nah setelah selesai pengisian data, inilah waktunya aku untuk menunggu pencetakan kartu SNMPTN tanggal 21 April. Setelah menunggu sampai tanggal 21, aku mencetak kartu SNMPTN 3 lembar, 2 buat aku sendiri satu lagi buat guru BK. Setelah itu, aku harus menunggu lagi untuk pengumuman hasil SNMPTN yang keluar 11 Mei. Saat hasil SNMPTN keluar tanggal 11 Mei, yang melihat hasilnya mamaku, dan jreeeng jreeeng ternyata aku “TIDAK LULUS” untuk seleksi SNMPTN ini, saat itu aku menemukan kotak merah di lamanku. Rasanya aku masih gak percaya, sampai-sampai ngulang login 3 kali, mikir juga mungkin webnya rusak kali ya? Saking gak percayanya hahaha. Akhirnya aku menerima ketidak lulusanku tersebut dan mulai menyusun rencana A, B, C, daan seterusnyaa.
     Kesalahan fatal untuk masa menungguku saat itu adalah aku tidak mengambil bimbel (gak harus yaa) untuk menghadapi SBMPTN dan juga aku tidak belajar sama sekali untuk menghadapi SBMPTN nanti. Aku hanya berharap pada SNMPTN ini. Buat kalian-kalian nih  jangan TERLALU BERHARAP deh sama yang namanya SNMPTN. Kenapa? Nih contohnya aku yang terlalu berharap sama SNMPTN eh malah di PHP-in u.u sakit tauuuu >.< berharap itu Cuma boleh kepada ALLAH SWT bukan yang lain yaa.
      kita benar-benar gak tau bagaimana sistem SNMPTN ini bekerja, bisa saja yang biasanya juara kelas gak lulus SNMPTN dan yang rankingnya jauh di belakang itu malah dapat SNMPTN. Dan buat kalian kalau bisa mulai dari sekarang belajarlah untuk SBMPTN, mulai untuk bimbel atau belajar sendiri dengan beli buku-buku SBMPTN. Karena SBMPTN itu gak gampang,  Soalnya rumit-rumit bener deh ._.v bukannya nakut-nakutin yaa, yang udah ada persiapan aja masih ketar-ketir. Apalagi yang gak ada persiapan? Aku udah nyobain kok belajar ngebut untuk SBMPTN, benar-benar berasa dikejar-kejar rentenir hahaha *boong . yaa pokoknya untuk kalian-kalian yang udah SMA nih ya bagus emang benar-benar persiapin untuk SBMPTN kalau yang mau kuliah, tapi UN jangan dianggap remeh juga yaa. Kalau ada senior kasih nasehat juga dengerin ya, itu juga untuk kebaikan kalian ^.^
     Nah, sekian ceritaku untuk SNMPTN ini, sekali lagi untuk kaliaan jangan TERLALU BERHARAP sama SNMPTN kalau gak mau nyesal nantinya, kalau yang lulus jalur ini harus bersyukur karena diberikan kesempatan untukmu sedang yang lain belum diberi kesempatan 

Bersambung...

Ceritaku selanjutnya tentang STAN ^.^ di baca yaa

Komentar