Belum Allah Takdrikan 2





Assalaamu'alaikum~

Di bagian ini adalah pengalamanku kedua kalinya mengikuti seleksi ASN setelah menunggu hampir 2 tahun sejak 2019 kemarin. Karena ini baru terjadi akhir-akhir ini saat aku menulis cerita ini dan masih teringat dengan jelas, aku hanya ingin meluapkan rasa ini di sini, hanya ingin berbagi dan semoga ada hikmah yang bisa diambil.

Sejak tahun 2020 kemarin, sudah ada kabar-kabar mengenai bahwa seleksi ASN akan kembali dibuka pada tahun tersebut. Pada tahun itu aku sudah kembali mulai kuliah untuk mengambil gelar Strata satu. Karena baru info akan ada pembukaan seleksi, aku hanya menunggu sampai pengumuman resmi benar-benar dibuka untuk pendaftaran. Tersiar kabar bahwa pendaftaran akan dibuka sekitar bulan Maret tahun 2021 sehingga sejak Januari 2021 aku sudah mempersiapkan untuk belajar sungguh-sungguh seleksi kali ini dan niat ingin menjadi seorang ASN. Di seleksi sebelumnya aku hanya belajar beberapa minggu dan juga tidak terlalu serius, tetapi kali ini aku mengubah cara belajarku dan sangat serius untuk menghadapi seleksi tahun 2021 ini.

Sejujurnya pada saat itu cukup sulit bagiku untuk membagi waktu belajar dan kuliah. Memang kuliah saat itu online, seharusnya aku bisa membagi dengan baik waktu belajar dan kuliah, tetapi cukup terlena karena beberapa kali pendaftaran selalu ditunda hingga benar-benar dibuka pada bulan Juli. Sulit membagi waktu karena memang kuliah online aku rasa lebih padat dibandingkan dengan kuliah offline, dengan tugas yang sangat banyak juga serta rasa jenuh yang datang. Di saat itu juga aku bekerja sebagai freelance desain kreator untuk sebuah toko online. Rasanya seharian itu selalu penuh dengan jadwal tugas kuliah, kerjaan, dan belajar untuk seleksi. Jadilah aku hampir setiap hari dari pagi sampai malam selalu duduk di depan laptop. Tapi itu hal yang wajar karena semua itu adalah tanggungjawabku sehingga harus kukerjakan

Setelah mendaftar, Alhamdulillah aku lulus seleksi administrasi dan lanjut ke tahapan seleksi berikutnya. Karena aku mengambil Kabupaten Agam dengan formasi yang sama seperti sebelumnya yaitu verifikator keuangan, aku harus ujian di Bukittinggi, karena staf di Agam telah menentukan tempat seleksinya di sana. Semakin dekat di hari ujian, aku semakin khawatir dan gugup, tapi Alhamdulillah aku gak sendirian karena ada teman-teman seperjuangan, kami saling menyemangati. Seleksi kali ini aku juga tidak sendirian, karena ada banyak teman tempat aku bertanya dan tidak buta arah lagi seperti tahun sebelumnya.

Di hari seleksi, awalnya aku gugup, tetapi Alhamdulillah dengan dzikir dan selalu berdo'a ke Allah hati ini menjadi tenang serta aku cukup lancar ketika mengerjakan ujian tersebut. Selesai ujian, Alhamdulillah aku mendapat skor yang cukup memuaskan walau tidak sesuai dengan targetku. Sesampai di penginapan, aku langsung melihat livescore yang ada di youtube, karena covid-19 tidak diperbolehkan berkumpul sehingga tidak ada penayangan livescore di tempat ujian seperti 2019 dahulu, sehingga diganti dengan livescore yang ditampilkan diyoutube. Karena instansiku tempat mendaftar memberikan informasi pelamar yang detail, aku bisa mengetahui siapa saja sainganku. Ketika melihat livescore akhir, aku berada di urutan 8 di sesi ujian tersebut dan setelah dilihat dengan pesaingku, aku berada di ranking 2 dari semua sainganku. Alhamdulillah, kemungkinan besar aku berkesempatan untuk mengikuti tahap seleksi selanjutnya

Menunggu hingga di bulan November akhirnya hasil perankingan resmi skd diumumkan, Alhamdulillah aku berada di posisi 2 saat itu. Aku jadi semakin semangat karena walalu di posisi 2 bisa saja aku menyalip pesaingku yang lain. Tes selanjutnya adalah skb yang juga dilakukan di Bukittinggi pada bulan Desember ini sehingga aku harus kembali ke kota tersebut untuk menjalankan tes terakhir dan penentu kelulusan ini. Saat tes aku bertemu dengan teman kuliahku dulu, ternyata dia memilih formasi di agam juga. Kami terpisah saat verifikasi berkas awal. 

Saat verifikasi berkas selanjutnya, ternyata ada satu berkasku yang bermasalah, yaitu surat hasil antigenku yang menunjukkan tanggal 1 januari 2021 di bagian tanggal dikeluarkannya surat. Padahal saat itu aku ujian di bulan Desember 2021. Staf menanyakan perihal ini kepadaku dan kujawab kemungkinan ini kesalahan dari pihak yang mengeluarkan surat hasil antigen ini, mungkin mereka menggunakan format lama di suratku. Tetapi karena staf tersebut tidak yakin jadi berkasku itu dibawa oleh staf, kemungkinan diperiksa di akun peduli lindung apa aku benar-benar melakukan antigen atau tidak. Tentu saja di peduli lindung ada status aku telah melakukan antigen karena aku memang benar-benar melakukan antigen tersebut.  Selepas kejadian itu akhirnya aku dinyatakan lulus verifikasi berkas dan berhak mengikuti ujian skb. 

Setelah menunggu di ruangan tunggu, masuklah kami peserta skb di ruangan ujian skb dan didahului intruksi oleh staf bkn kanreg XII Pekanbaru. Sebelum mulai ujian aku berdo’a dan meminta keikhlasan kepada Allah, apapun hasil yang aku dapatkan adalah takdir terbaik yang Allah berikan. Sebelum memulai tes, ternyata keyboardku tidak berfungsi dan aku meminta bantuan staf bkn untuk memperbaiki dan Alhamdulillah sudah teratasi. Kemudian di sisa 3 menit terakhir aku mengerjakan soal, tiba-tiba komputerku eror dan muncul tampilan login awal. Jujur saat itu aku sempat panik, tapi Alhamdulillah ada staf bkn yang melihat keadaanku dan langsung bergegas membantuku. Saat itu aku berusaha menenangkan diri agar tidak panik, Alhamdulillah selang beberapa menit tampilan soal kembali muncul dan sisa waktunya tidak berkurang sama sekali. Aku bergegas menyelesaikannya agar tidak ada eror lagi. Ketika skorku tampil di layar komputer, jujur aku merasa sedih karena tidak sesuai target dan gak tau merasa sedih serta pikiran aku kemungkinan besar tidak lulus. 

Sepanjang jalan keluar menuju mobil tempat orang tuaku menunggu, pikiranku kosong dan tidak mau berpikir apa-apa lagi. Tetapi sesaat mau mencapai gerbang, tiba-tiba ada yang memanggilku. Ternyata itu adalah pesaingku nomor 3 di skd. Dia berkata tahu aku dari kenalan tempat aku bekerja dulu. Aku menanggapi dengan menanyakan kabar teman sekantorku dulu dan titip salam kepadanya. Selepas itu, aku langsung bergegas menuju mobil. Baru membuka pintu untuk menanyakan hasil livescore di youtube, orang tuaku langsung berkata bahwa aku tidak lulus dan yang lulus adalah pesaingku nomor 3 di skd. Seketika aku terdiam dan fokusku ke arah luar jendela mobil melihata pesaing yang menyapaku tadi bersalaman dan berpelukan dengan ibunya karena dia sudah dipastikan lulus sebagai cpns di agam ini. Jujur saat itu aku merasa campur aduk, aku gak tau harus bersikap bagaimana. Jadi aku hanya berkata “iya” dan lanjut melihat hpku yang sudah ada notif wa dari teman-teman yang memberikan semangat ujian dan tetap semangat walau belum berhasil di cpns tahun ini.

Di waktu itu juga aku dan orang tuaku langsung kembali ke padang agar tidak terlalu malam sampai di rumah, karena mengingat kami berangkat sudah lumayan sore

Dari pengalaman ini aku belajar untuk ikhlas dan tetap optimis untuk meraih cita-cita dan tujuanku. Belajar selalu berprasangka baik ke Allah, karena belum tentu apa yang kita pikir terbaik untuk kita adalah terbaik menurut Allah, bisa jadi yang kita pikir itu buruk tapi itulah yang terbaik untuk kita menurut Allah. Percayalah pikiran manusia itu kecil banget dan gak bisa menjangkau hal-hal yang di luar nalar. Tapi kalau kita yakin sama apapun ketetapan Allah, InsyaaAllah hidup akan tenang dan tidak akan terus berlarut dalam kesedihan. Semoga Allah memudahkan kita dalam menjalankan kegiatan kita dan Allah berikan waktu dan tempat terbaik untuk kita mendapatkan cita-cita dan tujuan kita. 

Aamiin Yaa Rabbal'alamiin

Tetap semangat untuk kita semua yang saat ini sedang berjuang menggapai cita-cita dan tujuannya, semoga Allah mudahkan~

Komentar